Nyepi, also known as day of silence, is a balinese holiday held every isakawarsa (new year) according to the balinese calendar, and it can be traced as far back as 78 a.d [1] the observance includes maintaining silence, fasting, and meditation for balinese hindus. Buat masyarakat bali, tiap tahap dalam perayaan ini punya makna yang dalam, dari simbol pembersihan diri sampai rekonsiliasi Nah, biar kamu makin ngerti, yuk kenalan dengan tiga tradisi penting yang jadi bagian dari perayaan nyepi Tradisi ini berkembang di indonesia dan dikenal sebagai hari raya nyepi, di mana umat hindu menjalankan berbagai ritual sebagai bentuk perenungan dan penyucian diri. Salah satu aspek paling unik dari hari raya nyepi adalah tradisi nyepi itu sendiri, yang merupakan hari diam total di bali
Selama nyepi, umat hindu di indonesia menjaga kesunyian, menahan diri dari beraktivitas, bahkan tidak menyalakan lampu atau memasak. Hari raya nyepi berasal dari tradisi hindu kuno yang mengacu pada penanggalan saka Perayaan ini menandai awal tahun baru berdasarkan sistem kalender saka yang telah digunakan sejak zaman kerajaan di india dan kemudian diadopsi oleh masyarakat hindu di indonesia. Hari nyepi adalah perayaan tahun baru dalam kalender saka yang dirayakan oleh umat hindu, khususnya di bali Berbeda dengan perayaan tahun baru di berbagai belahan dunia yang identik dengan pesta dan kemeriahan, nyepi justru diisi dengan kesunyian dan refleksi diri.
OPEN